prolog :
sebuah senyum terukir, membalut indahnya luka,
entah itu luka yang telah ada, yang tersimpan rapi disini,
ataukah yang akan mulai ku sayat lagi disini,
ku tambahkan tepat disamping luka lama,
sebuah tawa terkembang,
terkembang saat ada mereka,
dan hilang saat mereka hilang,
sebuah senyum dan tawa juga ada,
saat aku bersama, bersama kamu, :)
saat semua yang tak pernah direncanakan,
terjadi dan diam-diam,
menyerang ke dalam hatiku, :)
isi :
mungkin aku harusnya tak begini,
membiarkanmu mengetahui hati ini,
membiarkanmu mengetahui apa yang aku rasakan,
harusnya tak pernah ku biarkan kamu tau,
setidaknya aku takkan merasa bersalah,
atas apa yang kau alami,
aku tau, mungkin hanya ada kemarin,
tanpa ada nanti,
hanya ada lalu,
tanpa ada besok,
yang bisa membuatku,
tersenyum indah, dengan harapan,
kau melihatku disana, :)
epilog :
aku tau aku harus seperti apa,
aku tau aku harus melakukan apa,
dan aku tau,
aku harus,
yeahh,
aku harus itu, :)
aku tau aku harus melakukan apa,
dan aku tau,
aku harus,
yeahh,
aku harus itu, :)
No comments:
Post a Comment