Wednesday, 20 August 2014

Tentang Kamu, :) -bagian pertama-

Sekilas teringat cahaya menyilaukan, saat kutuliskan barisan kata di blog ini, teringat raut wajahmu, saat hari belum berganti.
Yah lewat tengah malam.

Aku masih ingat, saat aku masih menjadi aku, dan kamu masih menjadi kamu. Dimana saat itu, aku masih dengan sangat bebas untuk mengagumimu, melihat dengan inginku sendiri ketika aku ingin melihatmu, walaupun aku hanya bisa melihatmu dengan lirikan ekor mataku, tak berani dengan tatapan langsung untuk melihatmu. Kenapa?

Aku hanya takut semakin dan semakin terlena, terhipnotis dengan tatapanmu. Kau tau? Tatapan matamu seakan membunuhku, seakan tatapanmu membuatku semakin melayang. Melayang-layang dan akhirnya jatuh. Aku hanya membentengi diri, agar tak semakin mengagumimu. Tapi apa daya, hati ini semakin dan semakin mengagumimu. Bahkan sampai saat ini, aku tak tau kenapa aku bisa mengagumimu.

Aku juga hanya takut terjatuh ketika aku berani menyerahkan hatiku saat aku mengagumimu. Dan ternyata tanpa aku sadari, aku telah menyerahkan hatiku untukmu. Beraninya aku menaruh harapan padamu, yang padahal, kamu menganggapku hanya tak lebih dari seorang teman. Tapi apakah ini wajar untuk seorang teman, saat malam mulai menyerang, kau datang dalam dunia mayaku, hanya menyapa, dan itu lebih dari cukup, untuk membuatmu bertahan sangat lama hidup dihatiku.

Sudah sejak lama, semenjak aku mengagumimu, aku telah memberimu ruang kosong dihatiku. Menaruhmu dengan rapi disana, berharap suatu saat nanti kau akan membuka ruang kosong dihatiku, dan kau menempatinya.

Tak butuh waktu lama untuk mencarimu, ketika aku tak menemukanmu di kampus dan aku merindukanmu. Cukup dengan bersiap selancar dunia maya, dan menunggumu. Akhirnya kamu datang, menyapaku, bukan untuk membahas hal-hal penting, tapi mungkin hal-hal tidak penting, yang bagiku itu sangat menyenangkan, berbicara denganmu lewat sosial media. Hanya sekedar sapaan tidak jelas, dan berpura-pura mencari buku kuliah, seakan datang kepadamu ketika butuh saja, padahal hanya untuk menjaga agar komunikasi itu tetap ada.

Memang terkadang aku dulu, merasa bahwa kamu itu ilusi semata. Makhluk tampan tak nyata, yang hanya muncul dan menyapaku di dunia maya, dan tak pernah benar-benar ada di dunia nyata.

Bagiku, kamu dan laptopku adalah, satu paket yang tak terpisahkan, karena hanya ketika keduanya disambungkan aku benar-benar bisa bertemu denganmu. Tercipta suatu rasa tersendiri ketika aku bisa menemukanmu di dunia maya itu, dan itu semakin dan semakin membuatku haus akan kamu, dari mulai mencari akun sosial mediamu yang lain, dan akhirnya mengenal tentang kamu, kisah cintamu, dan bagaimana kamu. Agak sedikit sakit hati ketika mencari tau tentang kamu. Yah, kepo, selalu itu yang kulakukan ketika tak menemuimu di tiap malam-malamku. Seperti aku sudah kecanduan olehmu. Dan kepo jadi hal rutin yang aku lakukan ketika tak menemuimu di malamku.

Asyik memang saat menyelamimu, tapi kadang ada pahit muncul tiba-tiba. Seakan aku tersadar dari dunia khayalanku tentang kamu. Melihatmu hanya sebatas ilusi yang hadir di tiap malamku. Membuatku berharap lebih, dan membuatku menyerahkan hatiku lagi dan lagi. Seperti aku tidak tau, akan ada tombak di ujung, yang pelan-pelan membunuhku. Yah, PHP. Pernah terlintas hal itu dikepalaku. Dan seperti ingin mengakhirinya untuk mengagumimu. Tapi apa daya, aku tak pernah bisa, dan tak pernah bisa menjauh darimu. Selalu ada rasa penasaran setiap harinya saat tak bertemu denganmu di dunia maya.

Yah walaupun, setiap di dunia nyata, aku selalu tak bisa membawa diriku, tak selancar di dunia maya saat berbicara ataupun bertemu denganmu. Hanya selalu ingin menghindar ketika akan berpapasan denganmu. Selalu tak berani untuk menyapamu lebih dahulu. Seakan semua darahku berhenti mengalir dan jantungku berdegup lebih kencang ketika kamu tiba-tiba terlihat dan kita akan berpapasan. Dan seketika itu otakku berputar, segera memberi perintah kepada ekor mataku untuk mengikuti gerak-gerikmu dari kejauhan.

Aku tak berani menunjukkan diriku. Aku tak berani menunjukkan kalau aku seperti ini. Menyimpannya begitu lama, dan berharap suatu saat nanti kau membukanya, dan membacanya. Yah, ceritaku. Selalu kamu topik utama di setiap status sosial mediaku, melayang indah ketika aku mengagumimu. Walaupun aku sadar, aku tak akan pernah bisa, terlihat olehmu, walaupun sebenarnya aku ingin terlihat, dilihat olehmu. Tapi aku terlalu malu untuk terlihat olehmu. Yah seperti itulah, aku, dulu :)

Begitu untukmu, :)

No comments:

Post a Comment