Thursday, 28 August 2014

Buat aku Tersenyum, :)

Lirik Lagunya Sheila On Seven ini
Let's to read :

Datanglah sayang, dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu, walau untuk sejenak
Usaplah dahiku, dan ‘kan ku katakan semua
Reff:
Bila ku lelah tetaplah disini,
jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah, biarkan ku bersandar,
jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku, dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu, walaupun ‘tuk sekejap
Kar’na hanya engkaulah, yang sanggup redakan aku
Kar’na engkaulah satu-satunya untukku,
dan pastikan kita s’lalu bersama
Kar’na dirimulah yang sanggup mengerti aku,
dalam susah ataupun senang
Bridge:
Dapatkah engkau s’lalu menjaga ku
Dan mampukah engkau mempertahankan ku
Bila ku lelah tetaplah disini,
jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah, biarkan ku bersandar,
jangan kau pergi untuk menghindar

Thursday, 21 August 2014

Berlawanan arah, Kita

Ketika apa yang menjadi penting untukku, dan itu tidak penting untukmu,
Ketika apa yang sangat berarti untukku, dan itu sama sekali tidak berarti untukmu,
Ketika aku ingin terus berjalan, malah kau ingin berhenti di persimpangan dan berbalik arah,
Ketika dengan segala cara kau ku pertahankan bahkan ku hilangkan egoku demi mempertahankanmu, tapi tak pernah sekalipun kau mencoba untuk mempertahankanku,
Sebegitukah tak berartinya diriku?

Lalu kenapa kau ambil diriku, ketika aku sama sekali tak memiliki arti untukmu?
Lalu kenapa kau ajak aku mengikutimu, ketika kau bahkan tak mau untuk ku ikuti?
Lalu kenapa kau terbangkan aku jika kau tak ingin menangkapku lagi?
Dan, lalu kenapa kau membiarkan aku menangkap hatimu, jika kau tidak berniat memberikan hatimu?
Sebegitukah berlawanannya kita?

Kamu denganku, tapi hatimu miliknya,

di ambang batas runtuhnya cintaku

Wednesday, 20 August 2014

( ... ) tiktok tiktok

Terlalu ?
Apakah rasa ini terlalu ?
sepertinya bukan terlalu untukmu,
hanya saja, aku ingin memberi ketulusan untukmu,
bukan berharap meminta ketulusanmu,
tapi hanya ingin memberi yang terbaik yang aku punya dan selama aku bisa memberi,

aku tau,
aku mengerti,
aku paham,
akhirnya seperti apa,
akannya seperti apa nanti,

tapi perlukah setiap saat kau ingatkan aku?
tanpa perlu kau ingatkan,
bahkan
aku sudah ingat,
ingat setiap detail yang kau ucapkan,
ketika ini terbahas,

bukan tak mau menerima kenyataan,
hanya saja aku cuma ingin jalani keadaan ini,
sebelum berubah menjadi keadaan lain yang sudah harus
aku untuk mengembalikanmu,

aku sudah paham,
aku sudah tau,
bahwa nantinya,
yah memang nantinya begitu,

tak perlu merasa bersalah,
aku saja yang terlalu berani menyerahkan hatiku
aku yang terlalu berani menyayangimu,

sudahlah,
tak perlu kau merasa begitu,
ketika nanti sudah tak ada kita,
cuma ada kamu dan aku,
tak perlu kamu memikirkan
aku akan bagaimana,
atau seperti apa

just let it flow, follow your heart, :)

Tentang Kamu, :) -bagian pertama-

Sekilas teringat cahaya menyilaukan, saat kutuliskan barisan kata di blog ini, teringat raut wajahmu, saat hari belum berganti.
Yah lewat tengah malam.

Aku masih ingat, saat aku masih menjadi aku, dan kamu masih menjadi kamu. Dimana saat itu, aku masih dengan sangat bebas untuk mengagumimu, melihat dengan inginku sendiri ketika aku ingin melihatmu, walaupun aku hanya bisa melihatmu dengan lirikan ekor mataku, tak berani dengan tatapan langsung untuk melihatmu. Kenapa?

Aku hanya takut semakin dan semakin terlena, terhipnotis dengan tatapanmu. Kau tau? Tatapan matamu seakan membunuhku, seakan tatapanmu membuatku semakin melayang. Melayang-layang dan akhirnya jatuh. Aku hanya membentengi diri, agar tak semakin mengagumimu. Tapi apa daya, hati ini semakin dan semakin mengagumimu. Bahkan sampai saat ini, aku tak tau kenapa aku bisa mengagumimu.

Aku juga hanya takut terjatuh ketika aku berani menyerahkan hatiku saat aku mengagumimu. Dan ternyata tanpa aku sadari, aku telah menyerahkan hatiku untukmu. Beraninya aku menaruh harapan padamu, yang padahal, kamu menganggapku hanya tak lebih dari seorang teman. Tapi apakah ini wajar untuk seorang teman, saat malam mulai menyerang, kau datang dalam dunia mayaku, hanya menyapa, dan itu lebih dari cukup, untuk membuatmu bertahan sangat lama hidup dihatiku.

Sudah sejak lama, semenjak aku mengagumimu, aku telah memberimu ruang kosong dihatiku. Menaruhmu dengan rapi disana, berharap suatu saat nanti kau akan membuka ruang kosong dihatiku, dan kau menempatinya.

Tak butuh waktu lama untuk mencarimu, ketika aku tak menemukanmu di kampus dan aku merindukanmu. Cukup dengan bersiap selancar dunia maya, dan menunggumu. Akhirnya kamu datang, menyapaku, bukan untuk membahas hal-hal penting, tapi mungkin hal-hal tidak penting, yang bagiku itu sangat menyenangkan, berbicara denganmu lewat sosial media. Hanya sekedar sapaan tidak jelas, dan berpura-pura mencari buku kuliah, seakan datang kepadamu ketika butuh saja, padahal hanya untuk menjaga agar komunikasi itu tetap ada.

Memang terkadang aku dulu, merasa bahwa kamu itu ilusi semata. Makhluk tampan tak nyata, yang hanya muncul dan menyapaku di dunia maya, dan tak pernah benar-benar ada di dunia nyata.

Bagiku, kamu dan laptopku adalah, satu paket yang tak terpisahkan, karena hanya ketika keduanya disambungkan aku benar-benar bisa bertemu denganmu. Tercipta suatu rasa tersendiri ketika aku bisa menemukanmu di dunia maya itu, dan itu semakin dan semakin membuatku haus akan kamu, dari mulai mencari akun sosial mediamu yang lain, dan akhirnya mengenal tentang kamu, kisah cintamu, dan bagaimana kamu. Agak sedikit sakit hati ketika mencari tau tentang kamu. Yah, kepo, selalu itu yang kulakukan ketika tak menemuimu di tiap malam-malamku. Seperti aku sudah kecanduan olehmu. Dan kepo jadi hal rutin yang aku lakukan ketika tak menemuimu di malamku.

Asyik memang saat menyelamimu, tapi kadang ada pahit muncul tiba-tiba. Seakan aku tersadar dari dunia khayalanku tentang kamu. Melihatmu hanya sebatas ilusi yang hadir di tiap malamku. Membuatku berharap lebih, dan membuatku menyerahkan hatiku lagi dan lagi. Seperti aku tidak tau, akan ada tombak di ujung, yang pelan-pelan membunuhku. Yah, PHP. Pernah terlintas hal itu dikepalaku. Dan seperti ingin mengakhirinya untuk mengagumimu. Tapi apa daya, aku tak pernah bisa, dan tak pernah bisa menjauh darimu. Selalu ada rasa penasaran setiap harinya saat tak bertemu denganmu di dunia maya.

Yah walaupun, setiap di dunia nyata, aku selalu tak bisa membawa diriku, tak selancar di dunia maya saat berbicara ataupun bertemu denganmu. Hanya selalu ingin menghindar ketika akan berpapasan denganmu. Selalu tak berani untuk menyapamu lebih dahulu. Seakan semua darahku berhenti mengalir dan jantungku berdegup lebih kencang ketika kamu tiba-tiba terlihat dan kita akan berpapasan. Dan seketika itu otakku berputar, segera memberi perintah kepada ekor mataku untuk mengikuti gerak-gerikmu dari kejauhan.

Aku tak berani menunjukkan diriku. Aku tak berani menunjukkan kalau aku seperti ini. Menyimpannya begitu lama, dan berharap suatu saat nanti kau membukanya, dan membacanya. Yah, ceritaku. Selalu kamu topik utama di setiap status sosial mediaku, melayang indah ketika aku mengagumimu. Walaupun aku sadar, aku tak akan pernah bisa, terlihat olehmu, walaupun sebenarnya aku ingin terlihat, dilihat olehmu. Tapi aku terlalu malu untuk terlihat olehmu. Yah seperti itulah, aku, dulu :)

Begitu untukmu, :)

Thursday, 14 August 2014

tanpa judul (?)

Dan lagi,
ketika hatimu terluka,
apakah lantas kau akan pergi,
tidak bukan?

Dan lantas,
ketika kamu pergi,
apakah semua akan selesai begitu saja,
tidak bukan?

Akan tersisa,
suatu bekas,
luka, rasa, isi hatimu,
yang tidak semudah membalik telapak tangan untuk hilang

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita izinkan. Yang berat bukan bagaimana cara mengatasi kesedihan dan kerinduan itu tapi bagaimana cara belajar darinya.

Kita Pernah Merasakannya

Hanya menuliskan apa yang ku dengar, 

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu. Dalam lembaran penuh warna kehidupan, angan yang terpendam akan terwujud. Cita-cita yang tinggi akan tergapai. Dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan hati. Itulah arti dari mencintai diri sendiri.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita.

Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua buah mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi pada seseorang untuk kita mencintainya. Itulah cinta.

Jangan sekali-kali mengucapkan selamat tinggal, jika kita masih mau mencoba. Jangan sekali-kali menyerah, jika kita masih merasa sanggup. Jangan sekali-kali mengatakan kita tidak mencintainya lagi, jika kita masih tidak dapat melupakan.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah dikhianati, kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah disakiti sebelumnya. Dan kepada mereka yang mempunyai keberanian untuk membangun kepercayaan.

Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tesayang hingga dia meninggal dunia. Dan pada akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata itu pada masa sekarang. Sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta itu sekarang, selagi masih ada hayatnya.  

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan jika mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memliki keberanian untuk mengatakan cinta  itu kepadanya.

Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang, ibaratkanlah seperti memetik sekuntum mawar merah. Kadang kala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita menangis disaat duri mawar itu menusuk jari. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu dengan orang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi. Kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati sehingga kita kehilangannya. Pada saat itu tiada guna penyesalan, karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar “siapa dia sekarang” dan bukan ‘siapa dia sebelumnya’. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta. Karena cinta juga bisa membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak. Jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan kemungkinan pula apa yang kita benci tersimpan kebaikan di dalamnya. Cinta kepada harta artinya bakhil. Cinta kepada pasangan artinya alam, cinta kepada diri sendiri artinya bujaksana. Cinta kepada mati artinya hidup. Dan cinta kepada Tuhan artinya taqwa.

Lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta kepda laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkanlah pula orang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti, pasti ia akan mati kelaparan. Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak memiliki perasaan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar cangkang yang bergemerincing.

Cinta adalah keabadian dan kenangan adalah hal terindah dalam cinta yang pernah dimiliki. Siapapun pandai menhayati cinta tapi tak seorang pun pandai menilai cinta, karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dinilai oleh kasat mata. Sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan. Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan kepadanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Itulah dasyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya akan mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan alam dirinya. Kita tidak akan pernah tahu bila kita akan jatuh cinta, namun apabila sampai saatnya itu raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta tanda tanya di hatinya.

Cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci, jika manusia dapat melihat dan menilai kesuciannya. Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah,tetapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. Jika saja kehadiran cinta sekadar untuk mengecewakan lebih baik cinta itu tak pernah hadir, karena cinta adalah sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan di dalamnya.

Cinta itu seperti kupu-kupu, tambah dikejar tambah lari. Tetapi kalau dibiarkan terbang dia akan datang saat kita tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia, tetapi sering juga bikin sedih. Cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi janganlah terburu-buru dan pilihlah yang terbaik. Cinta bukan bagiamana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang tetapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang I LOVE YOU kalau kita tidak pernah peduli, jangan pernah membicarakan perasaan yang tak pernah ada, jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu hanya untuk menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan kepda orang lain hanya untuk berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya.

Cinta bukan “ini salah kamu!” tetapi “maafkan aku..”
Bukan “kamu dimana sih?” tapi “aku disini..”
Bukan “gimana sih kamu?” tapi “aku ngerti kok..”
Bukan “coba kamu gak kaya gini” tapi “aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”

Kompatiblitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama tetapi apakah selama kita bersama, kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan. Yang berat bukan bagaimana cara mengatasi kesedihan dan kerinduan itu tapi bagaimana cara belajar darinya.

Cara jatuh cinta, jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu. Memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita.

Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih. Tetapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya yang kita rasakan. Yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita dan kita sudah menghabiskan waktu yang banyak untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia berkata “tidak”, maka dia tidak akan pernah berkata ”ya” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi.

Cinta adalah semangat. Cinta adalah kepercayaan. Cinta adalah energi yang tidak bisa dimusnahkan. Ia hanya bisa berubah bentuk. Cinta memang tak harus memiliki karena mencintai berarti memberi tanpa pernah meminta.