part 1 :
semacam memberi penjelasan, tapi tak melegakan, malah semakin memberi kehausan,
semacam memberi jawaban, tapi tak ingin ku dengarkan,
seakan aku ingin, terus yang seperti ini,
berharap, tanpa tau harapan itu ternyata memang benar-benar kosong,
yahh, padahal sendiri aku sudah tau, kenyataan seperti apa,
aku sudah tau kepastiannya,
hanya saja,
aku ingin terus berharap dan berharap,
seakan aku suka menyembunyikan rasa ini,
padahal yang aku tau, mengetahui dan mengakui kenyataan itu pahit,
jika tak sesuai hati,
aku mungkin memang bodoh,
tau dengan pasti,
tapi menutup mata akan kenyataan,
menutup telinga akan jawaban,
dan menggelengkan kepala tak menerima saat kau jelaskan,
apa itu,
dan memang itu,
kita, :)
hanya saja aku tak mengerti, apa mauku, :)
sedangkan kamu, begitu, :)
part 2
semacam pertanyaan memojokkan,
ingin menyanggah, ingin juga mengakui,
bahwa memang iya, tapi tak sepenuhnya iya,
bahwa mungkin semua terarah ke iya,
memang tak ada tidak,
karena aku sendiri tau,
semua itu bisa diproses,
yang aku inginkan, sejauh apa kamu memprosesnya,
bukan dengan sekali kita bersama, kamu bertanya,
tapi searah jalan bagaimana kita, itu yang ku mau,
mengapa tak menunggu untuk proses ?
andai kamu tau pertanyaan 'sekarang kamu gimana?' itu tak pernah ada,
hanya jalani saja,
aku yakin,
aku bisa menjadi a,
bukan hanya b,
aku jujur, mungkin tak mau mengakuinya,
sulit memang,
apalagi untuk jujur dengan diriku saja sulit,
apalagi untukmu ?
inginku, cukup kamu tau, :)
semacam memberi penjelasan, tapi tak melegakan, malah semakin memberi kehausan,
semacam memberi jawaban, tapi tak ingin ku dengarkan,
seakan aku ingin, terus yang seperti ini,
berharap, tanpa tau harapan itu ternyata memang benar-benar kosong,
yahh, padahal sendiri aku sudah tau, kenyataan seperti apa,
aku sudah tau kepastiannya,
hanya saja,
aku ingin terus berharap dan berharap,
seakan aku suka menyembunyikan rasa ini,
padahal yang aku tau, mengetahui dan mengakui kenyataan itu pahit,
jika tak sesuai hati,
aku mungkin memang bodoh,
tau dengan pasti,
tapi menutup mata akan kenyataan,
menutup telinga akan jawaban,
dan menggelengkan kepala tak menerima saat kau jelaskan,
apa itu,
dan memang itu,
kita, :)
hanya saja aku tak mengerti, apa mauku, :)
sedangkan kamu, begitu, :)
part 2
semacam pertanyaan memojokkan,
ingin menyanggah, ingin juga mengakui,
bahwa memang iya, tapi tak sepenuhnya iya,
bahwa mungkin semua terarah ke iya,
memang tak ada tidak,
karena aku sendiri tau,
semua itu bisa diproses,
yang aku inginkan, sejauh apa kamu memprosesnya,
bukan dengan sekali kita bersama, kamu bertanya,
tapi searah jalan bagaimana kita, itu yang ku mau,
mengapa tak menunggu untuk proses ?
andai kamu tau pertanyaan 'sekarang kamu gimana?' itu tak pernah ada,
hanya jalani saja,
aku yakin,
aku bisa menjadi a,
bukan hanya b,
aku jujur, mungkin tak mau mengakuinya,
sulit memang,
apalagi untuk jujur dengan diriku saja sulit,
apalagi untukmu ?
inginku, cukup kamu tau, :)
No comments:
Post a Comment