Sebuah cerita, J
ketika rasamu,
yang memang benar-benar,
dan sudah akan semakin dalam,
dan setelah kamu menunggu,
bahkan dalam hitungan tahun,
lama untuk kamu jalani,
dalam kesendirian,
dan setelah kamu terlihat,
terbaca olehnya,
sedikit disapa, sedikit terayu,
yeah luluh,
dan kata ‘iya’ terucap,
dan kamu merasa ‘akhirnya’
tapi ketika dijalani,
bukan merasa tidak nyaman,
tapi akhirnya sadar,
ini bukan akhir,
ini hanya sebatas batu loncatan,
untuk ketangguhan,
untuk ketegasanmu,
untuk kekuatanmu,
agar tak mudah terjatuh lagi,
kebenaran terbuka sekarang,
kejujuran bicara sekarang,
bahwa kemungkinan,
keseriusannya dipertanyakan,
memang benar,
kita tak pernah tau,
Yang Maha Sempurna telah menuliskan,
Di lauful mahfudz,
Siapa tulang rusukmu,
Dan kita hanya bisa berusaha,
Bukan pasrah,
Tersirat sudah,
Disana pasrah,
Dan sudah terbaca,
Bahwa yang paling penting
Tidak teringinkannya
Aku
Untuk menjadi yang terakhir untukmu,
Aku tau,
Ada janji yang kau ucapkan,
Aku paham,
Tapi
Apakah tak ada sedikitpun
Niatmu untuk menjadikanku
Calon sesosok tulang rusukmu yang
hilang ?
No comments:
Post a Comment