Wednesday, 3 December 2014

Tentang Dia yang Ku Rindukan

Selamat bertemu lagi di buku harianku,

Jadii disini akan ku ceritakan, tentang aku, bagaimana aku mengagumi sosok lelaki dalam hidupku.
Aku pernah merasa kehilangan sosok, sosok ini begitu berpengaruh dalam hidupku. Tanpanya aku bukan apa-apa. Tanpanya aku takkan pernah ada. Aku satu-satunya miliknya yang harusnya menjadi penyemangat hidupnya. Dari kecil aku sosok yang membanggakan. Terlahir dengan bobot 2,6 kg, tidak terlalu gemuk. Tapi setelah lahir, bobotku meningkat drastis, berubah menjadi sosok gendut imut, lucu, idaman bayi setiap orang tua. Aku lahir di malam menjelang isra 

Sunday, 12 October 2014

Balada Gerhana (Vol. 1)

Edisi Cerbung nih teman-teman hehe. Silahkan dinikmati, :)


Siang itu, Dista, sengaja menjatuhkan handphonenya di depan Budy. Mungkin untuk menunjukkan kepada Budy bahwa dirinya masih nyata ada dihadapannya. Entah mengapa, Dista sudah merasa tak nyaman dengan keadaan di kelas. Rasanya semua orang memojokkannya. Menganggap apa yang terjadi lalu itu sudah tak perlu diungkit lagi. Dan dengan sengaja menyakiti hatinya. Memang Budy sudah dengan Nana sekarang. Tapi bagi Dista, ini adalah suatu yang hal yang sulit, setiap hari harus melihat, Budy dan Nana bercengkrama. Padahal dulu, itu masih dengannya. Setengah tahun yang lalu.

-.-.-

Dista :

Aku masih ingat setengah tahun yang lalu saat terakhir kita bicara. Mungkin aku bodoh melepaskanmu begitu saja, dan memilih dia begitu saja. Padahal aku tau, kamu yang nyata buatku bersemi indah. Mungkin juga salah caraku dekat denganmu dulu, padahal waktu itu aku masih dengannya. Salah siapa kalau aku juga membiarkan rasa ini timbul karena 'witing tresna jalan saka kulina' dan akupun tahu kamu juga begitu denganku. Mungkin ini juga terpaut, karena kamu ketua kelas, yang notabenenya harus mengayomi setiap anak di kelasmu, termasuk aku.

-.-.-

Dista melamun begitu dalam, di bangkunya, hingga dia lupa bahwa bel pulang sekolah telah berbunyi. Pelajaran di jam terakhir tadi memang kosong, sehingga dia habiskan untuk melamun walaupun teman sebangkunya, Nurul, dengan celotehnya yang riang masih saja mengganggu lamunannya.
Akhirnya di kelas hanya tinggal 4 orang, Dista yang merapikan bukunya, bersiap pulang. Lalu di sudut kelas ada Budy dan Nana yang sedikit bercanda-canda. Ada Aldo yang sibuk memperhatikan Dista dari saat dia melamun,
"Dis, bukumu tuh jatuh !" Aldo mengulurkan buku Dista yang jatuh kepadanya.
"Eh, iya. Makasih ya Do, hampir aja ilang ni buku diaryku" Sambil tersenyum manis. berjalan menuju pintu keluar kelas. Diikuti Aldo.
"Yoi, Dis. Sama-sama, cantik."
"Hah, apaan sih Do, kebanyakan nggombal nih kamu." Sambil menjulurkan lidahnya pada Aldo. Sejenak dia lupa lamunannya.
"Eh, Dis, kamu pulang ama siapa?"
"Gak tau nih, Do. Naik angkot paling. haha. Biasalah."
"Katanya besok ulangan matematika ya Dis? Duh, ajarin aku dong, Dis. Ngga paham nih Dis."
"Iya, Do. Bab 2 kan ya? Mau ajarin kapan nih, Do? Mumpung aku free nih, haha."
"Beneran, Dis? Sekarang aja gimana?"
"Yauda deh, ayo."

Dari ujung sana, Budy memperhatikan percakapan itu. Sejenak Nana terdiam, merasa diacuhkan olehnya.
"Hei, Bud"
"Eh iya, Sayang, hehe"
"Kenapa dilihatin merekanya? Cemburu ya, lihat mereka ngobrol?"
"Kamu ngomong apa si sayang, kok gitu mikirnya? Ya, enggaklah, Aku kan udah sama kamu sayang."
"Aku kan cemburu, kalo kamu lihatnya gitu ke mereka."
Duh, jangan ngambek dong sayang. Kamu cantik lho kalo senyum sayang."
Dan Nana pun meleleh. Budy pun mengajak Nana pulang.

to be continued

Saturday, 11 October 2014

Mengenangmu,

"Biarlah ku simpan, sampai nanti aku, kan ada disana, tenanglah dirimu dalam kedamaian"

Itu kutipan dari lagunya Kerispatih. Yups, benar. Mengenangmu !
Nah pertanyaannya disini, mengenang apa? mengenang siapa? dan kenapa harus dikenang?
Jawabnya adalah mengenang sosok yang telah lama hilang dari hidupku. Sosok itu, sosok tanpa pamrih yang akan selalu membimbingku. Sosok yang dengan sekuat tenaga, tanpa peduli aku semanja apa, tapi akan selalu menyayangiku, menggendongku, menimangku, tanpa meminta balasan apapun padaku. Bahkan aku yang semanja ini, senakal ini, sebesar ini. Dia yang tak pernah meminta aku menjadi seperti apa, tapi dia akan selalu membimbingku ke arah yang benar. Menjadikan aku orang yang hebat. Menjadikan aku seorang anak, yang bisa dibanggakan. Menjadikan aku berwarna. Menjadikan aku kebanggaannya.

Ya Tuhan, aku kangeen, maafkan aku, belum bisa menjadi yang seperti dia minta, belum bisa memberi kebanggaan untuknya. :)
Tuhan, jaga dia selalu disisi-Mu, beri dia tempat terindah disisi-Mu. Aamiin,



with love to my dad, miss u, :*


Thursday, 28 August 2014

Buat aku Tersenyum, :)

Lirik Lagunya Sheila On Seven ini
Let's to read :

Datanglah sayang, dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu, walau untuk sejenak
Usaplah dahiku, dan ‘kan ku katakan semua
Reff:
Bila ku lelah tetaplah disini,
jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah, biarkan ku bersandar,
jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku, dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu, walaupun ‘tuk sekejap
Kar’na hanya engkaulah, yang sanggup redakan aku
Kar’na engkaulah satu-satunya untukku,
dan pastikan kita s’lalu bersama
Kar’na dirimulah yang sanggup mengerti aku,
dalam susah ataupun senang
Bridge:
Dapatkah engkau s’lalu menjaga ku
Dan mampukah engkau mempertahankan ku
Bila ku lelah tetaplah disini,
jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah, biarkan ku bersandar,
jangan kau pergi untuk menghindar

Thursday, 21 August 2014

Berlawanan arah, Kita

Ketika apa yang menjadi penting untukku, dan itu tidak penting untukmu,
Ketika apa yang sangat berarti untukku, dan itu sama sekali tidak berarti untukmu,
Ketika aku ingin terus berjalan, malah kau ingin berhenti di persimpangan dan berbalik arah,
Ketika dengan segala cara kau ku pertahankan bahkan ku hilangkan egoku demi mempertahankanmu, tapi tak pernah sekalipun kau mencoba untuk mempertahankanku,
Sebegitukah tak berartinya diriku?

Lalu kenapa kau ambil diriku, ketika aku sama sekali tak memiliki arti untukmu?
Lalu kenapa kau ajak aku mengikutimu, ketika kau bahkan tak mau untuk ku ikuti?
Lalu kenapa kau terbangkan aku jika kau tak ingin menangkapku lagi?
Dan, lalu kenapa kau membiarkan aku menangkap hatimu, jika kau tidak berniat memberikan hatimu?
Sebegitukah berlawanannya kita?

Kamu denganku, tapi hatimu miliknya,

di ambang batas runtuhnya cintaku

Wednesday, 20 August 2014

( ... ) tiktok tiktok

Terlalu ?
Apakah rasa ini terlalu ?
sepertinya bukan terlalu untukmu,
hanya saja, aku ingin memberi ketulusan untukmu,
bukan berharap meminta ketulusanmu,
tapi hanya ingin memberi yang terbaik yang aku punya dan selama aku bisa memberi,

aku tau,
aku mengerti,
aku paham,
akhirnya seperti apa,
akannya seperti apa nanti,

tapi perlukah setiap saat kau ingatkan aku?
tanpa perlu kau ingatkan,
bahkan
aku sudah ingat,
ingat setiap detail yang kau ucapkan,
ketika ini terbahas,

bukan tak mau menerima kenyataan,
hanya saja aku cuma ingin jalani keadaan ini,
sebelum berubah menjadi keadaan lain yang sudah harus
aku untuk mengembalikanmu,

aku sudah paham,
aku sudah tau,
bahwa nantinya,
yah memang nantinya begitu,

tak perlu merasa bersalah,
aku saja yang terlalu berani menyerahkan hatiku
aku yang terlalu berani menyayangimu,

sudahlah,
tak perlu kau merasa begitu,
ketika nanti sudah tak ada kita,
cuma ada kamu dan aku,
tak perlu kamu memikirkan
aku akan bagaimana,
atau seperti apa

just let it flow, follow your heart, :)

Tentang Kamu, :) -bagian pertama-

Sekilas teringat cahaya menyilaukan, saat kutuliskan barisan kata di blog ini, teringat raut wajahmu, saat hari belum berganti.
Yah lewat tengah malam.

Aku masih ingat, saat aku masih menjadi aku, dan kamu masih menjadi kamu. Dimana saat itu, aku masih dengan sangat bebas untuk mengagumimu, melihat dengan inginku sendiri ketika aku ingin melihatmu, walaupun aku hanya bisa melihatmu dengan lirikan ekor mataku, tak berani dengan tatapan langsung untuk melihatmu. Kenapa?

Aku hanya takut semakin dan semakin terlena, terhipnotis dengan tatapanmu. Kau tau? Tatapan matamu seakan membunuhku, seakan tatapanmu membuatku semakin melayang. Melayang-layang dan akhirnya jatuh. Aku hanya membentengi diri, agar tak semakin mengagumimu. Tapi apa daya, hati ini semakin dan semakin mengagumimu. Bahkan sampai saat ini, aku tak tau kenapa aku bisa mengagumimu.

Aku juga hanya takut terjatuh ketika aku berani menyerahkan hatiku saat aku mengagumimu. Dan ternyata tanpa aku sadari, aku telah menyerahkan hatiku untukmu. Beraninya aku menaruh harapan padamu, yang padahal, kamu menganggapku hanya tak lebih dari seorang teman. Tapi apakah ini wajar untuk seorang teman, saat malam mulai menyerang, kau datang dalam dunia mayaku, hanya menyapa, dan itu lebih dari cukup, untuk membuatmu bertahan sangat lama hidup dihatiku.

Sudah sejak lama, semenjak aku mengagumimu, aku telah memberimu ruang kosong dihatiku. Menaruhmu dengan rapi disana, berharap suatu saat nanti kau akan membuka ruang kosong dihatiku, dan kau menempatinya.

Tak butuh waktu lama untuk mencarimu, ketika aku tak menemukanmu di kampus dan aku merindukanmu. Cukup dengan bersiap selancar dunia maya, dan menunggumu. Akhirnya kamu datang, menyapaku, bukan untuk membahas hal-hal penting, tapi mungkin hal-hal tidak penting, yang bagiku itu sangat menyenangkan, berbicara denganmu lewat sosial media. Hanya sekedar sapaan tidak jelas, dan berpura-pura mencari buku kuliah, seakan datang kepadamu ketika butuh saja, padahal hanya untuk menjaga agar komunikasi itu tetap ada.

Memang terkadang aku dulu, merasa bahwa kamu itu ilusi semata. Makhluk tampan tak nyata, yang hanya muncul dan menyapaku di dunia maya, dan tak pernah benar-benar ada di dunia nyata.

Bagiku, kamu dan laptopku adalah, satu paket yang tak terpisahkan, karena hanya ketika keduanya disambungkan aku benar-benar bisa bertemu denganmu. Tercipta suatu rasa tersendiri ketika aku bisa menemukanmu di dunia maya itu, dan itu semakin dan semakin membuatku haus akan kamu, dari mulai mencari akun sosial mediamu yang lain, dan akhirnya mengenal tentang kamu, kisah cintamu, dan bagaimana kamu. Agak sedikit sakit hati ketika mencari tau tentang kamu. Yah, kepo, selalu itu yang kulakukan ketika tak menemuimu di tiap malam-malamku. Seperti aku sudah kecanduan olehmu. Dan kepo jadi hal rutin yang aku lakukan ketika tak menemuimu di malamku.

Asyik memang saat menyelamimu, tapi kadang ada pahit muncul tiba-tiba. Seakan aku tersadar dari dunia khayalanku tentang kamu. Melihatmu hanya sebatas ilusi yang hadir di tiap malamku. Membuatku berharap lebih, dan membuatku menyerahkan hatiku lagi dan lagi. Seperti aku tidak tau, akan ada tombak di ujung, yang pelan-pelan membunuhku. Yah, PHP. Pernah terlintas hal itu dikepalaku. Dan seperti ingin mengakhirinya untuk mengagumimu. Tapi apa daya, aku tak pernah bisa, dan tak pernah bisa menjauh darimu. Selalu ada rasa penasaran setiap harinya saat tak bertemu denganmu di dunia maya.

Yah walaupun, setiap di dunia nyata, aku selalu tak bisa membawa diriku, tak selancar di dunia maya saat berbicara ataupun bertemu denganmu. Hanya selalu ingin menghindar ketika akan berpapasan denganmu. Selalu tak berani untuk menyapamu lebih dahulu. Seakan semua darahku berhenti mengalir dan jantungku berdegup lebih kencang ketika kamu tiba-tiba terlihat dan kita akan berpapasan. Dan seketika itu otakku berputar, segera memberi perintah kepada ekor mataku untuk mengikuti gerak-gerikmu dari kejauhan.

Aku tak berani menunjukkan diriku. Aku tak berani menunjukkan kalau aku seperti ini. Menyimpannya begitu lama, dan berharap suatu saat nanti kau membukanya, dan membacanya. Yah, ceritaku. Selalu kamu topik utama di setiap status sosial mediaku, melayang indah ketika aku mengagumimu. Walaupun aku sadar, aku tak akan pernah bisa, terlihat olehmu, walaupun sebenarnya aku ingin terlihat, dilihat olehmu. Tapi aku terlalu malu untuk terlihat olehmu. Yah seperti itulah, aku, dulu :)

Begitu untukmu, :)

Thursday, 14 August 2014

tanpa judul (?)

Dan lagi,
ketika hatimu terluka,
apakah lantas kau akan pergi,
tidak bukan?

Dan lantas,
ketika kamu pergi,
apakah semua akan selesai begitu saja,
tidak bukan?

Akan tersisa,
suatu bekas,
luka, rasa, isi hatimu,
yang tidak semudah membalik telapak tangan untuk hilang

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita izinkan. Yang berat bukan bagaimana cara mengatasi kesedihan dan kerinduan itu tapi bagaimana cara belajar darinya.

Kita Pernah Merasakannya

Hanya menuliskan apa yang ku dengar, 

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu. Dalam lembaran penuh warna kehidupan, angan yang terpendam akan terwujud. Cita-cita yang tinggi akan tergapai. Dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan hati. Itulah arti dari mencintai diri sendiri.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita.

Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua buah mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi pada seseorang untuk kita mencintainya. Itulah cinta.

Jangan sekali-kali mengucapkan selamat tinggal, jika kita masih mau mencoba. Jangan sekali-kali menyerah, jika kita masih merasa sanggup. Jangan sekali-kali mengatakan kita tidak mencintainya lagi, jika kita masih tidak dapat melupakan.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah dikhianati, kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah disakiti sebelumnya. Dan kepada mereka yang mempunyai keberanian untuk membangun kepercayaan.

Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tesayang hingga dia meninggal dunia. Dan pada akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata itu pada masa sekarang. Sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta itu sekarang, selagi masih ada hayatnya.  

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan jika mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memliki keberanian untuk mengatakan cinta  itu kepadanya.

Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang, ibaratkanlah seperti memetik sekuntum mawar merah. Kadang kala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita menangis disaat duri mawar itu menusuk jari. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu dengan orang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi. Kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati sehingga kita kehilangannya. Pada saat itu tiada guna penyesalan, karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar “siapa dia sekarang” dan bukan ‘siapa dia sebelumnya’. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta. Karena cinta juga bisa membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak. Jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan kemungkinan pula apa yang kita benci tersimpan kebaikan di dalamnya. Cinta kepada harta artinya bakhil. Cinta kepada pasangan artinya alam, cinta kepada diri sendiri artinya bujaksana. Cinta kepada mati artinya hidup. Dan cinta kepada Tuhan artinya taqwa.

Lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta kepda laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkanlah pula orang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti, pasti ia akan mati kelaparan. Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak memiliki perasaan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar cangkang yang bergemerincing.

Cinta adalah keabadian dan kenangan adalah hal terindah dalam cinta yang pernah dimiliki. Siapapun pandai menhayati cinta tapi tak seorang pun pandai menilai cinta, karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dinilai oleh kasat mata. Sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan. Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan kepadanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Itulah dasyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya akan mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan alam dirinya. Kita tidak akan pernah tahu bila kita akan jatuh cinta, namun apabila sampai saatnya itu raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta tanda tanya di hatinya.

Cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci, jika manusia dapat melihat dan menilai kesuciannya. Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah,tetapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. Jika saja kehadiran cinta sekadar untuk mengecewakan lebih baik cinta itu tak pernah hadir, karena cinta adalah sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan di dalamnya.

Cinta itu seperti kupu-kupu, tambah dikejar tambah lari. Tetapi kalau dibiarkan terbang dia akan datang saat kita tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia, tetapi sering juga bikin sedih. Cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi janganlah terburu-buru dan pilihlah yang terbaik. Cinta bukan bagiamana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang tetapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang I LOVE YOU kalau kita tidak pernah peduli, jangan pernah membicarakan perasaan yang tak pernah ada, jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu hanya untuk menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan kepda orang lain hanya untuk berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya.

Cinta bukan “ini salah kamu!” tetapi “maafkan aku..”
Bukan “kamu dimana sih?” tapi “aku disini..”
Bukan “gimana sih kamu?” tapi “aku ngerti kok..”
Bukan “coba kamu gak kaya gini” tapi “aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”

Kompatiblitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama tetapi apakah selama kita bersama, kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan. Yang berat bukan bagaimana cara mengatasi kesedihan dan kerinduan itu tapi bagaimana cara belajar darinya.

Cara jatuh cinta, jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu. Memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita.

Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih. Tetapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya yang kita rasakan. Yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita dan kita sudah menghabiskan waktu yang banyak untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia berkata “tidak”, maka dia tidak akan pernah berkata ”ya” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi.

Cinta adalah semangat. Cinta adalah kepercayaan. Cinta adalah energi yang tidak bisa dimusnahkan. Ia hanya bisa berubah bentuk. Cinta memang tak harus memiliki karena mencintai berarti memberi tanpa pernah meminta.

Tuesday, 22 July 2014

Cinta ?

Hai guys, tema kali ini adalah tentang cinta. What is the LOVE ? L - O - V - E ?


Banyak orang dengan subyektifitas mereka sendiri mendefinisikan apa arti cinta. Tapi cinta sendiri bahkan tak punya definisi yang tepat, tapi kita bisa merasakannya. Tiba-tiba waktu terasa lambat saat bertemu dengan orang yang kamu cinta, seperti 'slowmotion edition', haha. Tiba-tiba tertawa sendiri, ketika mengingat tingkah lucunya, atau bahkan menangis ketika, kita tidak bisa meraihnya. Atau bahkan kita merasakan rindu yang begitu hebat ketika dia tidak ada, tetapi ketika dia ada, diam seribu bahasa hanya untuk menutupi perasaan kita, dan hanya ingin mengikuti gerak-gerik tingkah laku dari orang yang kita cinta.

Hey, cinta itu apa yang kita rasa, so, show your love ! Kita tidak pernah tau, apakah cinta kita bertepuk sebelah tangan atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk mengungkapkan bukan? Apakah cinta akan terjawab tanpa kita mengungkapkan? Tidak bukan.

Oke just show your love, and you will feel so breath. Tidak sesak seperti ketika kamu memendamnya begitu lama, tidak sesak seperti ketika cemburu tapi tak bisa mengungkapkannya. Walaupun nantinya, harapan pengungkapan tidak sesuai yang kamu harapkan, tapi minimal, ada rasa lega tersendiri dalam hatimu, seperti menghela napas, dan akhirnya tidak ada beban dalam hatimu. Sekalipun nantinya, hanya akan jadi angin lalu, bagi orang yang tidak menerima kita.

Cinta adalah anugerah dari Allah, agar kita bisa memahami, mengerti, mengenal sesuatu dengan baik dan menjaganya serta mempertahankannya.

Ada yang bilang, love is friendship. Itu benar, karena kita harus memahami orang yang kita cinta terlebih dahulu, dan tidak mungkin kita memahami tanpa kita tahu tentangnya, tanpa kita berteman dengannya. Seperti kata "witing tresno jalaran saka kulino".

Tapi sebenarnya, ada hal yang lebih penting daripada definisi cinta semata, yaitu bagaimana cara kita bertahan dan mempertahankan cinta itu sendiri, dan pahami apa yang kamu rasa dan coba mengertilah dia yang juga merasakannya terhadapmu.

Ikuti kata hatimu,
dan dia akan menunjukkan,
bagaimana cinta berkuasa,
bagaimana cinta berinteraksi,
bagaimana cinta berbicara,

bukan dengan kata,
tapi hati yang akan menunjukkan,
bagaimana cinta bisa hadir,
menyerang sistem prinsip dan logikamu,
sampai bahkan,

kau tak bisa menolaknya,
kau tak bisa mengusirnya,
selalu ada dipikiranmu,
senyumnya, tawanya,
tingkahnya,
sedihnya, tangisnya,
untuk yang tercinta, :)

Jadi, itulah sedikit, kata hatiku tentang cinta. Lebih suka mengungkapkan dengan kata sayang sih. Kenapa, karena sayang lebih sakral, dia lebih indah, dia lebih bisa ditanamkan. Menyayangi berarti, siap memberi tanpa kita meminta balasan, tulus memperhatikan tanpa meminta perhatian, mengerti dan memahami apa yang dia rasa, tanpa meminta balasan. Kenapa seperti itu? Kenapa tak perlu meminta balasan? Karena ketika kita menyayangi orang yang juga menyayangimu, secara otomatis, orang itu juga akan tulus kepadamu, ;)

Seperti Ibumu menyayangimu, dia takkan pernah meninggalkanmu, walaupun kamu acuhkan, dia takkan pernah membencimu, meskipun berulang kali kau menyakitinya. :)

Jadi, sayangilah apa yang masih menjadi milikmu sekarang dengan sebenar-benarnya, dengan sesungguh-sungguhnya, dengan setulus-tulusnya. Karena percayalah, ketika dia juga menyayangimu, kau akan mendapatkan hal itu juga, ;)

Tuesday, 15 July 2014

Sedikit benak hati,

Ketika hatimu merasa sedikit sakit di dalam,
apa yang akan kau lakukan,
yeah benar,
mencoba mengingat luka lama,
bukan mengingat masa lalu,
hanya sedikit luka lama,

dan ketika setelah mengingat
kau masih merasakan getih di hati,
kemungkinan,
kamu takut,
takut menjalani ini,

takut pada kenyataan,
yang berkali-kali telah diucapkan,
bahwa,
yeah bahwa itu,

memang aku takut,
takut kamu hilang,
seperti mereka,
yang dengan mudahnya pergi dan datang,
sesuka hati,

ini bukan untuk datang dan pergi sesuka hati,
tapi ini untuk dihargai
disayangi
dikasihi,

jujur,
aku takut,
ketika aku,
tak sesuai harapan,
dengan kata siap,

apakah nanti,
aku masih bisa katakan ini,
"jangan sekarang,
aku masih belum siap"
apakah seperti itu,

semoga saja tidak,
keep do the best,
tetap lakukan yang terbaik,
selama kita bisa lakukan,

always do the best,
for your choise, :) 

Wednesday, 2 July 2014

Sebuah cerita,

Sebuah cerita, J

ketika rasamu,
yang memang benar-benar,
dan sudah akan semakin dalam,
dan setelah kamu menunggu,
bahkan dalam hitungan tahun,
lama untuk kamu jalani,
dalam kesendirian,

dan setelah kamu terlihat,
terbaca olehnya,
sedikit disapa, sedikit terayu,

yeah luluh,
dan kata ‘iya’ terucap,
dan kamu merasa ‘akhirnya’
tapi ketika dijalani,
bukan merasa tidak nyaman,
tapi akhirnya sadar,

ini bukan akhir,
ini hanya sebatas batu loncatan,
untuk ketangguhan,
untuk ketegasanmu,
untuk kekuatanmu,
agar tak mudah terjatuh lagi,

kebenaran terbuka sekarang,
kejujuran bicara sekarang,
bahwa kemungkinan,
keseriusannya dipertanyakan,
memang benar,
kita tak pernah tau,

Yang Maha Sempurna telah menuliskan,
Di lauful mahfudz,
Siapa tulang rusukmu,
Dan kita hanya bisa berusaha,
Bukan pasrah,

Tersirat sudah,
Disana pasrah,
Dan sudah terbaca,
Bahwa yang paling penting
Tidak teringinkannya
Aku
Untuk menjadi yang terakhir untukmu,

Aku tau,
Ada janji yang kau ucapkan,
Aku paham,

Tapi
Apakah tak ada sedikitpun
Niatmu untuk menjadikanku

Calon sesosok tulang rusukmu yang hilang ?

Friday, 16 May 2014

Kursus Dasar Dasar Otomotif 2014

Ayo yang mau ikut belajar otomotif bisa disini, pacar aja dirawat masak motor enggak? ayoo ikut teman teman,
--KDDO 2014--
Berminat dalam bidang OTOMOTIF ??
Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin Mengadakan Kursus Mengenai Dasar Dasar Otomotif.
17-18 mei 2014
di Teater B dan C

Segera Daftarkan Diri Anda karena KUOTA TERBATAS !!