Friday, 16 October 2015

Hari demi hari

Lama tak berjumpa,
kulihat kamu begitu terluka,
entah luka yang kau ukir sendiri, atau entah bagaimana melukai.

kira-kira ada yang berbeda dari semua,
kira kira hanya ada nestapa merasa,
atau air mata meluncur,

sedetik, semenit, satu jam, bahkan sehari,
semua salahku,
lalu?
kamu harus bunuh aku dengan memojokkanku?
alay?
kamu bilang ini alay?
ini dari hati yang tak pernah kau rasa
ini dari hati yang selalu kau anggap mudah,
ini dari hati yang bahkan tak pernah kau mengerti.

lalu kau menyalahkanku?
aku salah, salah, salah, salah,,
lalu?
aku sumber semua masalah?

kau tahu? aku tak pernah mengeluh tentang semua sikapmu?
kau tahu? aku tak pernah mengulang ulang ulangi salahmu?
kau tahu?
aku beribu kali mencoba menjadi sosok lain, mencoba menjadi sosok terbaik untukmu,
tahukah kamu? berapa kali aku mencoba?
tahukah kamu berapa kali aku berusaha?

dan tahukah kamu? berapa kali?
berkali-kali tak kau lihat usahaku.

No comments:

Post a Comment